Materi Akhlak

Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Bila ingin mengulang materi Ibadah silahkan klik disini.
melanjutkan materi akhlak...
Bagi seseorang yang mempunyai akhlakul karimah maka akan selalu disenangi oleh sesama manusia, bahkan tidak hanya itu bila seesorang berperilaku sesuai pemikiran agama islam maka sudah niscaya baik dimata Allah. Dan kelak nanti akan masuk dalam nirwana bersama Nabi Muhammad saw, ibarat yang terkandung dalam Hadist Nabi Muhammad sebagai berikut:
 “Sesungguhnya orang yang paling saya cintai di antara kalian dan orang yang paling erat tempatnya dariku pada hari kiamat yaitu orang yang paling baik budi pekertinya di antara kalian”
Hal tersebut juga tercermin dalam kondisi kita sekarang. Dengan melihat kondisi suatu bangsa atau suatu Negara sanggup menjadi jaya bila warga negaranya terdiri dari orang-orang yang berakhlak mulia atau berbudi luhur.
Sebaliknya, bila warganya berakhlak jelek maka rusak pulalah bangsa dan Negara itu. Karena suatu bangsa dikenal lantaran akhlaknya (budi pekertinya) bila budi pekertinya telah runtuh maka runtuh pulalah bangsa itu.
Akhlakul Karimah 
Pengertian dan Jenis Akhlak
Mari kita bahas dengan terperinci apa itu akhalkul karimah dan jenis-jenis adab pada pembahasan dibawah ini:
Pengertian Akhlakul Karimah
Istilah adab berasal dari bahasa arab yang berarti budi pekerti, perangai, tingkah laris atau tabiat, serta kebiasaan. Sedangkan karimah yaitu artinya mulia, terpuji, baik. Maka yang dimaksud dengan akhlaqul karimah ialah budi pekerti atau sebuah perangai yang mulia. Sebuah adab mempunyai tujuan biar setiap orang bertingkah laris atau bertabiat sesuai dengan adat istiadatnya yang baik dan sesuai dengan pemikiran agama Islam.
Terdapat dasar-dasar adab yang perlu kita ketahui sebagai umat yang beragama. Dimana di dalam agama Islam yang menjadi dasar atau alat pengukur yang menyatakan bahwa sifat seseorang itu baik atau buruknya yaitu Al Alquran dan As Sunnah.
Apa yang baik berdasarkan Al Alquran dan As Sunnah itulah yang baik untuk dijadikan pegangan dalam kehidupan sehari-hari. Sebaliknya, apa yang jelek berdasarkan Al Alquran dan As Sunnah berarti itu tidak baik dan harus di jauhi.
Jenis-jenis Akhlak
Untuk sanggup mengetahui apa dan bagaimana mempunyai sifat dan sikap akhlakul karimah. Di bawah ini ada beberapa jenis-jenis adab yang perlu kita ketahui. Jenis-jenis adab di bagi menjadi dua yakni, (1) Akhlakul Karimah atau adab Mahmudah, dan (2) Akhlakul Madhmumah atau adab Tercela.
Adapun yang termasuk dalam jenis akhlakul karimah atau ahlak terpuji di antaranya adalah:
  1. Berbakti kepada orang tua
  2. Sopan terhadap guru
  3. Bersikap baik kepada saudara
  4. Berbuat baik kepada tetangganya
  5. Melakukan perbuatan Suka menolong kepada orang lain
  6. Cinta kepada Allah
  7. Melakukan perbuatan baik dan menjauhi larangan lantaran Allah
  8. Cinta dan taat kepada Rosul
  9. Menyayangi orang yang lemah
  10. Memelihara dan menyantuni binatang
  11. Memelihara dan menyantuni tumbuh-tumbuhan
  12. Melakukan perbuatan yang benar
  13. Berani
  14. Menjaga amanah
  15. Menepati janji
  16. Sabar
  17. Pemaaf
  18. Pemurah
  19. Ikhlas
  20. Hidup sederhana
  21. Selalu bersyukur kepada Allah
  22. Bertawakal
  23. Memiliki rasa Malu
Itulah referensi dari sikap akhlakul karimah.
Akhlakul Madhmumah
Sedangkan berikut ini ada beberapa referensi perihal ahlak yang tercela. Sebagai mana kebalikan dari akhlakul karimah, antara lain:
  1. Dengki
  2. Dendam
  3. Mengadu domba
  4. Mengumpat
  5. Riya
  6. Ujub dan takabur (sombong)
  7. Bakhil
  8. Penipu
  9. Khianat
  10. Pengecut
  11. Nifaq
Di dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu,  Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ
Artinya: “Sesungguhnya saya diutus hanya untuk menyempurnakan keshalihan akhlak.” (HR. Al-Baihaqi).
Ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yaitu agama Islam, merupakan agama yang tepat untuk seluruh umat insan sepanjang masa.
Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam merupakan Rasul final zaman, Rasul terakhir dan epilog para nabi, yang diutus oleh Allah untuk seluruh umat insan tanpa melihat asal suku dan bangsanya. Misi Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam antara lain yaitu menyempurnakan adab manusia.
Begitulah, maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam diutus di tengah-tengah masyarakat pada jaman jahiliyah. Saat itu, adab dan prilaku masyarakat sangat biadab, penuh dengan penyembahan pada berhala, pengagungan insan atas insan lainnya, perbudakan, penuh dengan pertikaian dan penguasa yang menindas.
Begitulah, Allah mengutus Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dilengkapi dengan sikap (akhlak) yang mulia dan menjadi teladan terbaik bagi umatnya.
Keagungan adab Nabi Shallallahu ‘Alaihi wasallam, Allah sebutkan di dalam ayat:
وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ
Artinya: “Dan bekerjsama kau benar-benar berbudi pekerti yang agung”. (QS Al-Qalam: 4).

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
Artinya: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan ia banyak menyebut Allah”. (QS Al-Ahzab: 21).
Isteri baginda Nabi, ‘Aisyah sendiri menyebut adab Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yaitu Al-Qur’an.
Maka, siapa saja yang menginginkan kehidupan di dunia sampai darul abadi berjalan baik dan selamat sebagaimana yang dikehendaki Allah. Tiada jalan lain kecuali kembali mengamalkan pemikiran Al-Qur’an dan As-Sunnah dalam kehidupannya sehari-hari.
Sebab Al-Qur’an diturunkan yaitu sebagai petunjuk bagi orang yang bertakwa, dan dengan ketakwaan inilah kehidupan dunia sampai darul abadi akan berlangsung baik dan selamat.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ القِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا
“Sesungguhnya yang paling saya cintai di antara kalian dan paling erat daerah duduknya denganku pada hari kiamat yaitu mereka yang paling manis akhlaknya di antara kalian.” (HR. Tirmidzi no. 1941. Dinilai hasan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jaami’ no. 2201.)

Bahkan dengan adab mulia, seseorang sanggup menyamai kedudukan (derajat) orang yang rajin berpuasa dan rajin shalat. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
إِنَّ الْمُؤْمِنَ لَيُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَةَ الصَّائِمِ الْقَائِمِ
“Sesungguhnya seorang mukmin sanggup meraih derajat orang yang rajin berpuasa dan shalat dengan alasannya yaitu akhlaknya yang luhur.” (HR. Ahmad no. 25013 dan Abu Dawud no. 4165. Dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhiib no. 2643.)
Sekian Materi untuk Pesantren Kilat kali ini,
yang selanjutnya silakan untuk melaksanakan penilaian dengan soal Online materi Ibadah dan Akhlak.
silahkan Klik Mulai.

Terima Kasih

Related : Materi Akhlak

0 Komentar untuk "Materi Akhlak"