Pengenalan Studi Kelayakan Bisnis

Pernah saya berfikir ingin menuliskan materi kuliah di blog, sebab menulis di buku udah sungguh sering, jadi tidak ada salahnya toh menuliskannya di blog. Kan yang baca juga lebih banyak lagi, jadi bisa sharing iya toh... (hallah bhasa apaan dah...).

Baiklah disini saya akan sharing wacana pendahuluan studi kelayakan bisnis. Sesuai yang saya sanggup di perkuliahan (sok rajin, kuliah segala... haha).

Pengertian Studi Kelayakan Bisnis menurut Kasmir dan Jakfar (2003) merupakan sebuah acara yang mempelajari secara mendalam wacana sebuah acara atau kerja keras yang akan dijalankan, untuk menyeleksi layak atau tidaknya sebuah bisnis dijalankan.tujuan utama dilakukan studi kelayakan bisnis ini pastinya yang akan berdiri bisa berlangsung sesuai impian baik dalam jangka pendek atau panjang serta untuk mengukur seberapa besar potensi kerja keras tersebut baik dalam suasana mendukung maupun suasana yang tidak mendukung.

Nah, sedangkan menurut wikipedia pemahaman dari studi kelayakan bisnis merupakan observasi yang menyangkut banyak sekali aspek, baik itu dari faktor hukum, sosial ekonomi dan budaya, faktor pasar dan pemasaran, faktor teknis dan teknologi hingga dengan faktor administrasi dan keuangannya, dimana itu semua dipakai untuk dasar observasi studi kelayakan dan hasilnya dipakai untuk mengambil keputusan apakah sebuah proyek atau bisnis sanggup dilakukan atau ditangguhkan dan bahkan tidak dijalankan.

Studi kelayakan bisnis merupakan observasi terhadap planning bisnis yang tidak cuma menganalisis layak atau tidak layak bisnis dibangun, tetapi juga di saat dioperasionalkan secara berkala dalam rangka pencapaian keuntungan yang optimal untuk waktu yang tidak ditentukan. Faktor yang menciptakan studi kelayakan bisnis ini mengalami kesalahan diantaranya: data dan info yang didapat kurang lengkap,tidak teliti, salah perhitungan, pelaksanaan pekerjaan salah, keadaan lingkungan sekitar maupun komponen sengaja oleh pembuatnya.

Beberapa antisipasi sebelum menjalankan studi kelayakan bisnis:

  1. Pengumpulan data dan informasi
  2. Pengolahan data
  3. Analisis data
  4. Pengammbilan keputusan


Manfaat studi kelayakan bisnis:

  1. Pihak Investor

    Sebelum menanamkan modalnya di perusahaan yang akan dijalankan penanam modal akan mempelajari laporan studi kelayakan bisnis yang sudah dibuat, sebab penanam modal memiliki kepentingan eksklusif wacana keuntungan yang akan diperoleh dan jaminan modal yang akan ditanamkan.

  2. Pihak Kreditor

    Sebelum menampilkan kredit pihak bank perlu mengkaji studi kelayakan bisnis dan menimbang-nimbang bonafiditas dan tersedianya agunan yang dimilliki.

  3. Pihak Manajemen Perusahaan

    Sebagai leader administrasi perusahaan juga memerlukan studi kelayakan bisnis untuk mengenali dana yang dibutuhkan, berapa yang dialokasikan dari modal sendiri, planning pendanaan dari penanam modal dan kreditor.

  4. Pihak Pemerintah dan Masyarakat

    Perusahaan yang akan berdiri mesti memperhatikan kebijakan-kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah mudah-mudahan sanggup diprioritaskan untuk dibantu oleh pemerintah.

  5. Bagi Tujuan Pembangunan Ekonomi

    Penyusunan studi kelayakan bisnis perlu dianalisis faedah yang akan didapat dan ongkos yang ditimbulkan proyek terhadap perekonomian nasional, sebab sedapat mungkin proyek dibentuk demi tercapainya tujuan-tujuan nasional.

Penyusunan studi kelayakan bisnis perlu dianalisis faedah yang akan didapat dan ongkos yang ditimbulkan proyek terhadap perekonomian nasional, sebab sedapat mungkin proyek dibentuk demi tercapainya tujuan-tujuan nasional.

Tahapan studi kelayakan bisnis

Dalam melakukan studi kelayakan bisnis ada beberapa tahapan studi yang hendaknya dikerjakan, berikut beberapa tahapannya:

  1. Penemuan Ide

    Agar sanggup menciptakan ilham proyek yang sanggup menghasilakan produk laris untuk dijual dan menguntungkan diinginkan observasi yang terorganisasi dengan baik serta pinjaman sumber daya yang memadai. Jika ilham proyek lebih dari satu, diseleksi dengan memperhatikan:

    1. ide proyek sesuai dengan kata hatinya
    2. pengambil keputusan bisa melibatkan diri dalam hal-hal yang sifatnya teknis
    3. keyakinan akan kesanggupan proyek menghasilakan laba.

    Misalnya beberapa ilham proyek yang lolos setelah diseleksi merupakan ilham mengenai bisnis rental gaun pengantin, rental motor, rental computer.

  2. Tahap Penelitian

    Setelah ilham proyek terpilih, dilakukan observasi yang lebih mendalam dengan metode
    ilmiah:

    1. mengumpulkan data
    2. mengolah data
    3. menganalisis dan menginterpretasikan hasil pembuatan data
    4. menyimpulkan hasil
    5. membuat laporan hasil

    Misalnya: menurut teladan diatas sudah diputuskan 3 macam ilham proyek. Selanjutnya, ketiga ilham proyek dikaji lewat aspeknya secara cukup luas dan mendalam untuk mendapat masukan untuk menganalisa ide-ide tersebut.
  3. Tahap Evaluasi

    yaitu membandingkan sesuatu dengan satu atau lebih standar atau persyaratan yang bersifat kuantitatif atau kualitatif.hal yang dibandingkan dalam penilaian bisnis merupakan seluruh ongkos yang akan ditimbulkan oleh tawaran bisnis serta faedah atau benefit yang diperkirakan akan diperoleh.

    Ada 3 macam evaluasi:

    1. mengevaluasi kerja keras proyek yang akan didirikan
    2. mengevaluasi proyek yang akan dibangun
    3. mengevaluasi bisnis yang sudah dioperasionalkan secara rutin


    Setalah dilakukan penilaian terhadap ketiga ilham proyek diatas, misalnya, ternyata cuma dua ilham proyek yang dianggap fisibel, yakni rental motor dan rental computer. Dalam penilaian bisnis yang akan dibandingkan merupakan seluruh ongkos yang akan ditimbulkan oleh tawaran bisnis serta faedah atau benefit yang akan diperkirakan akan diperoleh.
  4. Tahap Pengurutan Usulan yang Layak

    Jika terdapat lebih dari satu tawaran planning bisnis yang dianggap layak, perlu dilakukan penyeleksian planning bisnis yang memiliki skor tertinggi kalau dibanding tawaran lain berdasar persyaratan penilaian yang sudah ditentukan.

    Dilakukan penilaian terhadap kedua ilham proyek, ternyata pengambilan keputusan cuma bisa melaksanakan satu ilham proyek, misalkan ilham proyek rental motor.
  5. Tahap Rencana Pelaksanaan

    Setelah planning bisnis diseleksi perlu dibentuk planning kerja pelaksanaan pembangunan proyek. Mulai dari penentuan jenis pekerjaan, jumlah dan kualifikasi tenaga perencana, ketersediaan dana dan sumber daya lain serta kesiapan manajemen.

    Misalnya, setelah yang diseleksi merupakan planning bisnis rental motor, maka pelaksanaan untuk membangun proyek bisnis rental motor serta planning operasional rutinnya perlu disiapkan.
  6. Tahap Pelaksanaan

    Dalam realisasi pembangunan proyek diinginkan administrasi proyek. Setelah proyek selesai dilakukan tahap berikutnya merupakan melakukan operasional bisnis secara rutin.

    Agar senantiasa melakukan pekerjaan secara efektif dan efisien dalam rangka mengembangkan keuntungan perusahaan, dalam operasional perlu kajian-kajian untuk menganalisa bisnis dari fungsi keuangan, pemasaran, bikinan dan operasi. Hasil penilaian sanggup dijadikan selaku feedback bagi perusahaan untuk mengkaji ulang proses bisnis ini secara terus-menerus.


Aspek-Aspek Studi Kelayakan Bisnis

Proses analisis setiap faktor saling keterkaitan antara satua spek dan faktor yang lain sehingga hasil analisis aspek-aspek tersebut menjadi terintegrasi. Sebagai misal, di saat seorang peneliti tengah menganalisis faktor keuangan, hendaknya ia mempergunakan hasiol analissis aspek-aspek lain, meskipun tetap dimungkinkan mencari data yang diperlukan sesuai dengan kebutahannya eksklusif dari lapangan. Untuk lebih terang lihat gambar berikut;

Pernah saya berfikir ingin menuliskan materi kuliah di blog Pengenalan Studi Kelayakan Bisnis

  1. Aspek Pasar

    Pengkajian faktor pasar penting dilakukan sebab tidak ada proyek bisnis yang sukses tanpa adanya seruan atas barang/jasa yang dihasilkan proyek tersebut. Pada dasarnya, analisis faktor pasar berencana antara lain untuk mengenali berapa besar luas pasar, perkembangan permintaan, dan market-share dari produk bersangkutan. Pembahasan aspek-aspek studi kelayakan diawali dengan faktor pasar dan pemasaran. Alasannya mengapa faktor ini ditaruh pada permulaan pembahasan sistematika studi kelayakan, antara lain:

    1. Produk yang dihasilkan perusahaan mesti marketable. Jika tidak, semestinya kegiatananalisis studi kelayakan dihentikan.
    2. Kecenderungan seruan atas produk yang akan dihasilkan mesti menampilkan adanya kenaikan. Jika menurun, semestinya proses studi kelayakan untuk pendirian dihentikan, kecuali kalau tujuan objek studi merupakan pengembangan.
    3. Kandungan material produk tidak mengandung komponen yang tidak boleh negara ataupun agama. Jika ada ditinjau dari faktor hukum, tidak akan disarankan dan mesti dihentikan.
    4. Aspek teknis dan kronologis sungguh diputuskan oleh hasil rekomendasi faktor pasar, utamanya yang berhubungan dengan penyeleksian alat dan mesin.
  2. Aspek internal Perusahaan

    Didalam faktor internal perusahaan terbagi atas beberapa aspek:

    Aspek pemasaran

    Kegiatan perusahan yang berencana memasarkan barang atau jasa yang di bikinan perusahaan kepasar. Oleh sebab itu, faktor ini bertanggung jawab dalam menyeleksi ciri-ciri pasar yang akan dipilih. Analisis kelayakan dari faktor ini yang utama dalam hal;

    1. Penentuan segmen, target, dan posisi produk pada pasarnya.
    2. Kajian untuk mengenali pelanggan potensial, seumpama tentang sikap, perilaku, serta kepuasaan mereka atas produk.
    3. Menentukan taktik kebijakan dan jadwal penjualan yang akan dilaksanakan.


    Aspek Teknis dan Teknologi

    1. Aspek teknis merupakan faktor yang berkenaan dengan pengoperasian dan proses pembangunan proyek secara teknis setelah proyek/bisnis tersebut selesai dibangun/didirikan. Berdasarkan analisis ini pula sanggup dipahami rancangan permulaan penaksiran ongkos investasi tergolong start up cost/pra operasional proyek yang akan
      dilaksanakan.
    2. Studi faktor teknis dan teknologi akan mengungkapkan keperluan apa yang diinginkan dan bagaimana secara teknis proses bikinan akan dilaksanakan. Untuk bisnis industri manufaktur, misalnya, perlu dikaji mengenai kapasitas produksi, jenis teknologi yang dipakai, pemakaian perlengkapan dan mesin, lokasi pabrik, dan tata-letak pabrik yang paling menguntungkan. kemudian dari kesimpulan itu, sanggup dibentuk planning jumlah ongkos pengadaan harta tetapnya.

    Aspek Sumber Daya Manusia

    Aspek ini memerlukan daya imajinasi tinggi untuk membayangkan bentuk organisasi apa yang akan dibangun kelak di saat berdiri. Setelah citra organisasi terbentuk dengan segala kelengkapannya, berikutnya dianalisis proses pengadaan sumber daya manusianya untuk menduduki dan memegang pecahan dan fungsi organisasi sesuai dengan yang direncanakan.

    Aspek manajemen

    Studi faktor administrasi dilaksanakan dua macam

    Manajemen di saat pembangunan proyek bisnis dan Manajemen di saat bisnis dioperasionalkan secara rutin. Bahkan terjadi, banyak terjadi, bahwa proyek-proyek bisnis gagal dibangun maupun dioperasionalkan bukan disebkan sebab faktor lain, tetapi sebab lemahnya manajemen.

    Aspek Keuangan

    Berkaitan dengan sumber dana yang akan diperoleh dan proyeksi pengembaliannya dengan tingkat ongkos modal dan sumber dana yang bersangkutan.

    Ada beberapa sumber data penting yang akan digunakan, yaitu:

    1. Data permulaan faktor pasar dan penjualan berupa: proyeksi penjualan/permintaan, harga produk, dan budget (biaya) pemasaran.
    2. Data operasi dan produksi, berupa: planning lokasi baik sewa maupun beli, harga pokok bikinan (bahan baku, TKL, materi pembantu), dan planning pengadaan mesin, peralatan, teknologi yang digunakan.
    3. Data personalia, berupa: planning ongkos perekrutan, ongkos pelatihan, ongkos upah tetap, tunjangan-tunjangan, dan lain-lain.
    4. Legalitas, berupa: ongkos notaris, ongkos perizinan prinsip (misal, DepKeu, DepDag, DepAg, DepHut, DepHub, DepKeh, DepKes, DikNas dll), ongkos perizinan operasional (Pemda).


    Aspek ekonomi dan budaya

    Berkaitan dengan pengaruh yang diberikan terhadap penduduk sebab adanya sebuah proyek
    tersebut :

    1. Dari sisi budaya, Mengkaji wacana pengaruh eksistensi peroyek terhadap kehidupan penduduk setempat, kebiasaan sopan santun setempat.
    2. Dari sudut ekonomi, Apakah proyek sanggup mengganti atau justru meminimalkan income per capita panduduk setempat. Seperti seberapa besar tingkat pendapatan per kapita penduduk, pendapatan nasional atau upah rata-rata tenaga kerja lokal atau UMR, dll.
    3. Dan dari sisi sosial , Apakah dengan eksistensi proyek wilayah menjadi kian ramai, lalulintas kian lancer, adanya jalur komunikasi, penerangan listrik dan lainnya, pendidikan penduduk setempat.
  3. Aspek Hukum dan Legalitas

    Berkaitan dengan eksistensi secara legal dimana proyek akan dibangun yang termasuk ketentuan aturan yang berlaku tergolong :

    Perijinan :


    1. Izin lokasi :
      • akta (akte tanah), • bukti pembayaran PBB yang terakhir, • rekomendasi dari RT / RW / Kecamatan
    2. Izin kerja keras :
      • Akte pendirian perusahaan dari notaris lokal PT/CV atau berupa tubuh aturan lainnya.
      • NPWP (nomor pokok wajib pajak), • Surat tanda daftar perusahaan, • Surat izin kawasan kerja keras dari pemda setempat
      • Surat tanda rekanan dari pemda setempat, • SIUP setempat, • Surat tanda terbit yang dikeluarkan oleh Kanwil Departemen Penerangan


    Beberapa faktor yang dijadikan dasar dalam penilaian kelayakan, yaitu:

    1. Badan aturan apa yang paling cocok untuk dijadikan bentuk formal tubuh kerja keras yang akan didirikan
    2. Komoditas kerja keras tergolong jenis barang barang jualan (komiditas) yang diperbolehkan atau tidak boleh undang-undang
    3. Cara berbisnisnya melanggar aturan agama atau tidak
    4. Teknis operasional mendapat izin dari instansi/ departemen/dinas terkait atau tidak.
  4. Aspek Dampak Lingkungan eksternal

    Aspek pengaruh lingkungan merupakan analisis yang paling diperlukan pada di saat ini, sebab setiap proyek yang dijalankan akan memiliki pengaruh yang sungguh besar terhadap lingkungan di sekitarnya, antara lain:

    1. Dampak terhadap air
    2. Dampak terhadap tanah
    3. Dampak terhadap udara
    4. Dampak terhadap kesehatan manusia

    Pada karenanya pendirian kerja keras akan berefek terhadap kehidupan fisik, tanaman dan fauna yangada di sekeliling kerja keras secara keseluruhan.

    Hasil studi kelayakan bisnis

    Hasil studi kelayakan bisnis berupa dokumentasi lengkap dalam bentuk tertulis yang diperlihatkan bagaimana planning bisnis memiliki nilai-nilai positif bagi aspek-aspek yang diteliti, sehingga akan dinyatakan selaku proyek bisnis yang layak.

Related : Pengenalan Studi Kelayakan Bisnis

0 Komentar untuk "Pengenalan Studi Kelayakan Bisnis"