5 Point Investigasi Qc Garmen Di Pabrik Dalam Pengendalian Kualitas Busana Jadi.

 5 point investigasi QC garmen di pabrik


5  point investigasi QC( Quality Control) garmen di pabrik merupakan hal yang wajib yang diperiksa di saat mengerjakan inspeksi pengiriman.Inspeksi pengantaran dilakukan  oleh auditor dan inspektur kualitas. Dalam pengerjaan garmen pengecekan materi baku, busana setengah jadi  dan busana jadi dijalankan oleh tim penjaminan mutu internal atau di sebut selaku Quality Asuransi(QA). Hal ini dijalankan Pabrik garmen dengan tujuan sanggup mengemas garmen jadi yang  bermutu untuk pengiriman. Tetapi selaku pembeli, seseorang dihentikan sepenuhnya mempercayai laporan inspeksi dari pabrik garmen. Oleh alasannya merupakan itu, perwakilan QA pembeli(buyer) perlu mengerjakan investigasi pengantaran sehabis pengantaran dibungkus lengkap  oleh pabrik Suplayer.

 garmen di pabrik merupakan hal yang wajib yang diperiksa di saat mengerjakan inspeksi pengirim 5 point investigasi QC garmen di pabrik dalam pengendalian mutu busana jadi.


Sebagai pembeli atau personel QA atau auditor pengiriman, Anda mesti mengikuti daftar investigasi kontrol mutu untuk memastikan  semua mutu terkendali selama proses pemeriksaan. Penilaian mutu produk mesti dijalankan tanpa terkecuali. Dalam hal ini di butuhkan daftar periksa  untuk menyidik mutu untuk menolong dalam proses pemeriksaan.


Dalam posting postingan kali ini pendidikan garmen akan mengobrol terhadap Anda 5 point investigasi dalam menertibkan mutu garmen  di pabrik yang perlu di periksa  untuk  sebuah sumber produk. Saat mengerjakan investigasi mutu pengiriman, banyak sekali parameter diperhitungkan untuk menentukan terkendalinya mutu produk baik mutu bungkus maupun  keamanan produk.


Inilah 5 point investigasi QC garmen di pabrik


1. Proses Pengerjaan dan mutu jahitan


Dalam proses sewing kain diubah menjadi busana jadi atau garmen. Oleh alasannya merupakan itu, mutu jahitan mesti sesuai persyaratan maka mesti di periksa beberapa item menyerupai di bawah ini;


•Pengerjaan garmen sesuai dengan sampel yang sudah disetujui


•Pastikan  tidak ada jahitan terbuka atau bolong


•pastikan tidak ada  jahitan lompat


•Tidak boleh ada kerutan yang tidak dikehendaki di setiap jahitan


•Jika kain yang berlawanan dipakai dalam garmen, periksalah mutu kain dan kombinasi warna yang benar


•Periksalah apakah ukuran benang dan warna benang yang benar dipakai untuk menjahit atau tidak


•Semua dekorasi dan perhiasan (seperti tali serut, manik-manik) dilekatkan pada busana sesuai norma keamanan yang tercantum dalam teckpack.


2. Inspeksi Visual


Dalam inspeksi visual meliputi poin-poin berikut:


•Periksalah  apakah garmen sepadan (sisi kiri dan kanan garmen) dan jatuh dengan benar di saat dipegang dengan dua tangan.


•Tidak boleh  ada bab busana yang melintir. 


•Periksalah semua label  di antaranya meliputi label utama, label ukuran, label perawatan dan label khusus.Pastikan semuanya  terpasang sesuai instruksi  dan dipasang di kawasan yang tepat


•Tata letak teks dan cetak di label konten dan label perawatan harus  dicocokkan dengan label yang sudah disetujui pembeli. 


•Label ukuran - Periksa ukuran busana dan labelnya harus  cocok


•Semua trim dan pengencang diamankan dan dipasang di kawasan yang tepat.


•Penempatan print dan bordir (jika ada) sesuai dengan desain.


•Tidak boleh  ada noda yang tidak diinginkan, tanda minyak, tanda kapur, tanda pengepresan, dan kotoran pada pakaian  tergolong di zona tak terlihat.


3. Laporan mutu kain dan materi baku


Anda mungkin juga perlu menyidik mutu trim. Dalam hal ini ikuti tutorial laporan pengujian kain dan trim di bawah ini 


•Semua kain, lapisan, dan materi yang dipakai dalam busana sesuai dengan rancangan yang disetujui


•Membandingkan rincian trim dengan kartu trim yang disetujui.


•Periksa laporan pengujian mutu kain (FPT dan GPT) untuk pesanan yang Anda periksa – parameter menyerupai - GSM kain, berat kain, sifat tahan luntur warna, selip jahitan, kekuatan tarikan kancing, stabilitas dimensi, batas penyusutan kain yang dipakai (mana saja yang berlaku untuk pengiriman)


•Bandingkan pekerjaan print dan bordir dengan sampel yang disetujui (swatch)


•Jika Anda mendapatkan warna yang berlawanan di antara pakaian, lihat pita warna (colour band)yang disetujui dan bandingkan bahwa semua warna berada dalam pita warna kain yang disetujui 


•Lakukan inspeksi visual untuk segala macam cacat


•Seharusnya tidak ada bekas gosokkan(tanda mengkilap) dan dihentikan ada lipatan yang tidak dikehendaki pada busana yang dipresing


•Pemeriksaan pengukuran - periksa pengukuran semua ukuran pakaian. Jika ada kombinasi pengukuran di beberapa titik ukur ,point' of measurement  (POM) ketimbang lembar spesifikasi , itu mesti dalam tingkat toleransi


•Jika diperlukan, periksa kecocokan busana dalam bentuk gaun


•Dalam hal pencocokan contoh diperlukan (untuk cetakan, garis, contoh cek) – periksa apakah di bawah toleransi


•Periksa rasa tangan garmen dan mutu pembersihan (jika ada) sesuai standar. 


4. Kemasan Garmen


•Ikuti daftar periksa untuk menyidik bungkus garmen. Llihat juga bungkus busana yang  sudah disetujui kalau ada.


•Daftar pengepakan - periksa daftar pengepakan lengkap dan verifikasi apakah pengepakan dijalankan sesuai aba-aba pembeli. 


•Pakaian dilipat sesuai dimensi yang ditentukan


•Semua tag dan stiker pada tag sudah benar


•Pakaian dibungkus sesuai rasio ukuran pembeli (jika pembeli meminta rasio pengemasan). ukuran polybag yang benar dan materi polybag yang digunakan.


Semua busana di periksa dengan mesin pendeteksi jarum patah (mesin metal detektor) – kalau ada


5. Kualitas dan pelabelan kotak karton:


•Kualitas karton – periksa mutu karton untuk ukuran dan kekuatan kartonnya. Bentuk karton mesti pas sehingga tidak ada ruang kosong di dalam karton. 


•Pelabelan karton mesti diperiksa secara menyeluruh. Periksa semua pemberitahuan yang diperlukan dan nomor karton yang ada di sana.

•Semua kotak karton ditutup dengan selotip (sesuai bungkus standar)

Catatan:

5 point investigasi QC garmen di pabrik di atas merupakan tutorial utama untuk investigasi mutu pengantaran barang . Ikuti aba-aba inspeksi terang dari manual mutu pembeli (jika tersedia).  5 point investigasi QC garmen di pabrik   di atas juga sanggup dipakai selama investigasi mutu internal dan investigasi kualitas.

5 point investigasi QC garmen di pabrik  yang di tulis tersebut di atas juga mengurangi waktu dan mengembangkan produktivitas dalam proses pemeriksaan. Daftar periksa ini merupakan bab dari proses investigasi dan merupakan mekanisme investigasi yang lengkap.



Sumber https://pendidikangarment.blogspot.com

Related : 5 Point Investigasi Qc Garmen Di Pabrik Dalam Pengendalian Kualitas Busana Jadi.

0 Komentar untuk "5 Point Investigasi Qc Garmen Di Pabrik Dalam Pengendalian Kualitas Busana Jadi."

DUKUNG KAMI

SAWER Ngopi Disini.! Merasa Terbantu Dengan artikel ini? Ayo Traktir Kopi Dengan Cara Berbagi Donasi. Agar Kami Tambah Semangat. Terimakasih :)