Pencemaran Air Oleh Limbah Organik

     Hidup di zaman serba canggih dengan kemajuan ilmu serta teknologi memang baik. Akan tetapi, dampak negatif yang dihasilkan sangat besar, yaitu polusi yang merupakan insiden masuknya zat, energi, unsur, atau komponen lain yang merugikan lingkungan dari akhir kegiatan insan atau proses alami. Sesuatu yang mengakibatkan polusi disebut polutan yang bila kadarnya melebihi/kurang dari batas normal dan berada pada tempat dan waktu yang tidak tepat. Polutan sanggup berupa debu, materi kimia, suara, panas, radiasi, makhluk hidup, zat-zat hasil dari makhluk hidup, dan sebagainyab. apabila polutan berlebihan, ekosistem tidak sanggup seimbang dan tidak sanggup melaksanakan regenerasi (pembersihan sendiri).
     Polusi/pencemaran air yaitu masuk/dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain kedalam air/udara oleh kegiatan insan atau oleh proses alami, sehingga terjadi penurunan kualitas air yang mengakibatkan air tidak sanggup berfungsi lagi dengan peruntukannya. Itulah sebabnya air sebagai sumber utama bagi insan serta makhluk hidup lainnya di muka bumi ini lantaran merupakan salah satu pecahan dari siklus hidrologi. Selain mengalirkan air juga mengalirkan sedimen dan polutan. Akan tetapi, fenomena alam ibarat gunung merapi, badai, gempa bumi, tsunami, dan lain-lain sanggup menjadikan perubahan besar terhadap kualitas air, hal ini tidak dianggap sebagai pencemaran air, lantaran polusi yaitu sebagian dari akhir kegiatan makhluk hidup yang sanggup mengubah kualitas terhadap air di muka bumi.
BAHAN ORGANIK DAN PENCEMARAN BAHAN ORGANIK 

Limbah Oganik :
     Pada dasarnya limbah yaitu materi yang terbuang atau dibuang dari suatu sumber hasil kegiatan insan maupun proses-proses alam atau belum mempunyai nilai ekonomi bahkan sanggup mempunyai nilai ekonomi yang aktual termasuk limbah domestik.
Bahan organik merupakan bahan-bahan yang sanggup diperbaharui, didaur ulang, dirombak oleh bakteri-bakteri tanah menjadi unsur yang sanggup digunakan oleh tumbuhan tanpa mencemari tanah dan air. 
     Limbah domestik atau limbah rumah tangga terdiri dari pembuangan air kotor dari kamar mandi, kakus dan dapur. Kotoran-kotoran itu merupakan adonan dari zat-zat materi mineral dan organik dalam banyak bentuk, termasuk partikel-partikel besar dan kecil, benda padat, sisa-sisa bahan-bahan larutan dalam keadaan terapung dan dalam bentuk kolloid dan setengah kolloid. Air limbah domestik yaitu air limbah yang berasal dari perjuangan dan atau kegiatan permukiman (real estate), rumah makan (restauran), perkantoran, perniagaan, apartemen dan asrama

Pencemaran Bahan Organik (pencemaran air)
     Pencemaran air yaitu insiden masuknya zat, energi, unsur, atau komponen lainnya kedalam air sehingga mengakibatkan kualitas air terganggu. Kualitas air yang terganggu ditandai dengan perubahan bau, rasa, dan warna.
     Berdasarkan definisi pencemaran air, penyebab terjadinya pencemaran sanggup berupa masuknya mahluk hidup, zat, energi atau komponen lain ke dalam air sehingga mengakibatkan kualitas air tercemar. Masukan tersebut sering disebut dengan istilah unsur pencemar, yang pada praktiknya masukan tersebut berupa buangan yang bersifat rutin, contohnya buangan limbah cair. Aspek pelaku/penyebab sanggup yang disebabkan oleh alam, atau oleh manusia. Pencemaran yang disebabkan oleh alam tidak sanggup berimplikasi hukum, tetapi Pemerintah tetap harus menanggulangi pencemaran tersebut. Sedangkan aspek akhir sanggup dilihat menurut penurunan kualitas air hingga ke tingkat tertentu. Pengertian tingkat tertentu dalam definisi tersebut yaitu tingkat kualitas air yang menjadi batas antara tingkat tak-cemar (tingkat kualitas air belum hingga batas) dan tingkat cemar (kualitas air yang telah hingga ke batas atau melewati batas). Ada standar baku mutu tertentu untuk peruntukan air. Dalam peraturan pemerintahan Nomor 82 tahun 2001 didefinisikan bahwa pencemaran air yaitu masuknya atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan insan sehingga kualitas air turun hingga ke tingkat tertentu yang mengakibatkan air tidak sanggup berfungsi sesuia dengan peruntukannya. 
     Indikator atau tanda bahwa air lingkungan telah tercemar yaitu adanya perubahan atau tanda yang sanggup diamati yang sanggup digolongkan menjadi :
Parameter kimia 
1. Biologycal Oxygen Demand (BOD),Kebutuhan oksigen Biokimia atau BOD yaitu banyaknya oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk menguraikan materi organiknya yang gampang terurai. Bahan organik yang tidak gampang terurai umumnya berasal dari limbah pertanian, pertambangan dan industri. Parameter BOD ini merupakan salah satu parameter yang di lakukan dalam pemantauan parameter air, khusunya pencemaran materi organik yang tidak gampang terurai. BOD mengatakan jumlah oksigen yang dikosumsi oleh respirasi mikro aerob. Kadar maksimum BOD5 yang diperkenankan untuk kepentingan air minum dan menopang kehidupan organisme akuatik yaitu 3,0-6,0 mg/L.Chemical Oxygen Demand (COD), Kebutuhan oksigen kimiawi atau COD menggambarkan jumlah total oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi materi organik secara kimiawi, baik yang sanggup didegradasi secara biologis maupun yang sukar didegradasi secara biologis menjadi CO2 dan H2O. Keberadaan materi organik sanggup berasal dari alam ataupun dari kegiatan rumah tangga dan industri. Perairan yang mempunyai nilai COD tinggi tidak diinginkan bagi kepentingan perikanan dan petanian. Nilai COD pada perairan yang tidak tercemar biasanya kurang dari 29 mg/liter. Sedangkan pada perairan yang tercemar sanggup lebih dari 200 mg/liter pada limbah industri sanggup mencapai 60.000 mg/liter.
2. Dissolved Oxygen (DO), oksigen terlarut atau DO yaitu jumlah oksigen yang diharapkan untuk proses degradasi senyawa organik dalam air. Oksigen sanggup dihasilkan dari atmosfir atau dari hasil fotosintesis. Kelarutan oksigen dalam air bergantung pada temperature dan tekanan atmosfir. Berdasarkan datadata temperatur dan tekanan, maka kelarutan oksigen jenuh dalam air pada 25oC dan tekanan 1 atm yaitu 8,32 mg/L.
3. Derajat Keasaman (pH), Derajat keasaman yaitu ukuran untuk menentukan sifat asam dan basa. Perubahan pH di suatu air sangat kuat terhadap proses fisika, kimia, maupun biologi dari organisme yang hidup di dalamnya. Derajat keasaman diduga sangat kuat terhadap daya racun materi pencemaran dan kelarutan beberapa gas, serta menentukan bentuk zat didalam air. Nilai pH air digunakan untuk mengekpresikan kondisi keasaman (kosentrasi ion hidrogen) air limbah. Skala pH berkisar antara 1-14. Kisaran nilai pH 1-7 termasuk kondisi asam, pH 7-14 termasuk kondisi basa, dan pH 7 yaitu kondisi netral. Standar pH untuk air layak minum 6,5 – 8,5.
4. Lemak dan Minyak, Merupakan zat pencemar yang sering dimasukkan kedalam kelompok padatan, yaitu padatan yang mengapung di atas permukaan air. Lemak tergolong benda organik yang relatif tidak gampang teruraikan oleh bakteri. Terbentuknya emulsi air dalam minyak akan membuat lapisan yang menutup permukaan air dan sanggup merugikan, lantaran penetrasi sinar matahari ke dalam air berkurang serta lapisan minyak menghambat pegambilan oksigen dari udara sehingga oksigen terlarut menurun. Untuk air sungai kadar maksimum lemak dan minyak 1 mg/l.
5. Nitrogen Amoniak (NH3-N), Merupakan salah satu parameter dalam menentukan kualitas air, baik air minum maupun air sungai. Amoniak berupa gas yang berbau tidak yummy sehingga 20 kadarnya harus rendah, pada air minum kadarnya harus nol sedangkan air sungai kadarnya 0.5 mg/l.

Parameter Fisika
1 . Suhu, dari suatu tubuh air dipengaruhi oleh musim, lintang (latitute), ketinggian dari permukaan laut, waktu dalam hari, sirkulasi udara, penutupan awan, dan pedoman serta kedalaman tubuh air, yaitu salah satu faktor yang sangat penting bagi kehidupan organisme, lantaran suhu mempengaruhi baik kegiatan metabolisme maupun pengembangbiakan dari organisme-organisme tersebut.
2. Total Suspended Solid (TSS), Total Suspended Solid atau padatan tersuspensi yaitu padatan yang mengakibatkan kekeruhan air, tidak terlarut, dan tidak sanggup mengendap. Padatan tersuspensi terdiri dan partikelpartikel yang ukuran maupun beratnya lebih kecil dari pada sedimen, ibarat bahan-bahan Organik tertentu, tanah liat dan lainnya. Partikel menurunkan intensitas cahaya yang tersuspensi dalam air umumnya terdiri dari fitoplankton, zooplankton, kotoran hewan, sisa tumbuhan dan hewan, kotoran insan dan limbah industri.
3. Total Dissolved Solid (TDS), Total Dissolved Solid atau padatan terlarut yaitu padatan-padatan yang mempunyai ukuran lebih kecil dari padatan tersuspensi. Bahan-bahan terlarut pada perairan alami tidak bersifat toksik, akan tetapi kalau berlebihan sanggup meningkatkan nilai kekeruhan yang selanjutnya akan menghambat penetrasi 21 cahaya matahari ke kolom air dan akhirnya kuat terhadap proses fotosintesis diperairan.
     Proses pencemaran air oleh materi organik yaitu sampah yang dalam proses penguraiannya memerlukan oksigen yaitu sampah yang mengandung senyawa organik, contohnya sampah industri makanan, sampah industri gula tebu, sampah rumah tangga (sisa-sisa makanan), kotoran insan dan kotoran hewan, tumbuh¬tumbuhan dan binatang yang mati. Untuk proses penguraian sampah¬sampah tersebut memerlukan banyak oksigen, sehingga apabila sampah-sampah tersbut terdapat dalam air, maka perairan (sumber air) tersebut akan kekurangan oksigen, ikan-ikan dan organisme dalam air akan mati kekurangan oksigen. Selain itu proses penguraian sampah yang mengandung protein (hewani/nabati) akan menghasilkan gas H2S yang berbau busuk, sehingga air tidak layak untuk diminum atau untuk mandi.
C, H, S, N, + O2 ® CO2 + H2O + H2S + NO + NO2
Senyawa organik
     Bahan organik yang larut dalam air akan mengalami penguraian dan pembusukan. Akibatnya kadar oksigen dalam air turun dratis sehingga biota air akan mati. Jika pencemaran materi organik meningkat, kita sanggup menemui cacing Tubifex berwarna kemerahan bergerombol. Cacing ini merupakan petunjuk biologis (Bioindikator) parahnya pencemaran oleh materi organik dari limbah pemukiman. Dikota-kota, air got berwarna kehitaman dan mengeluarkan busuk yang menyengat. Didalam air got yang demikian tidak ada organisme hidup kecuali basil dan jamur. Dibandingkan dengan limbah industri, limbah rumah tangga di kawasan perkotaan di Indonesia mencapai 60% dari seluruh limbah yang ada.

SUMBER DARI BAHAN ORGANIK
Pencemaran air sungai sanggup disebabkan oleh dua faktor, yaitu pencemaran sungai yang disebabkan oleh alam dan pencemaran sungai yang disebabkan oleh ulah manusia. Pencemaran sungai yang disebabkan oleh alam antara lain akhir endapan hasil erosi, kebakaran hutan, letusan serta desposisi asam. Sementara pencemaran sungai yang disebabkan oleh ulah insan terbagi menjadi beberapa sumber pencemaran, antara lain limbah industri, limbah pemukiman, limbah pertanian, limbah rumah sakit, dan limbah pertambangan.
Pencemaran Sungai yang Disebabkan oleh Alam
a) Endapan Hasil Erosi, Tebalnya lumpur yang terbawa abrasi akan mengalami pengendapan di pecahan hilir sungai. Ancaman yang muncul yaitu meluapnya sungai bersangkutan akhir abrasi yang terus menerus. Ketika air hujan tidak lagi mempunyai penghalang dalam menahan lajunya maka ia akan membawa seluruh butir tanah yang ada di atasnya untuk masuk kedalam sungai sungai yang ada.
b) Kebakaran Hutan, Kebakaran hutan memang tidak secara signifikan mengakibatkan perubahan kualitas air di sungai, namun kebakaran hutan sanggup mengakibatkan terganggunya ekosistem makhkluk hidup yang ada di sungai yang disebabkan faktor asap. Tebalnya asap mengakibatkan matahari sulit untuk menembus dalamnya sungai atau danau. Pada akhirnya hal ini akan membuat beberapa spesies tumbuhan yang hidup di sungai menjadi sedikit terhalang untuk melaksanakan fotosintesa dan ikan-ikan sulit bernafas lantaran kandungan CO2 yang berlebih.
c) Letusan Gunung Berapi, letusan gunung berapi mengakibatkan sungai atau danau tercemar lantaran bebatuan serta materimateri yang terbawa dari gunung mengendap di sungai. Jika materi yang mengendap bervolume besar, maka hal ini mengakibatkan ikan-ikan mati bila tertumpuk oleh bebatuan tersebut. Selain itu, materi-materi yang bervolume kecil mengakibatkan sungai keruh dan mempengaruhi ekosistem di sungai.
d) Desposisi Asam, Kelebihan zat asam pada sungai akan menjadikan sedikitnya spesies yang bertahan. Jenis plankton dan invertebrata merupakan mahkluk yang paling pertama mati akhir efek pengasaman. Jika sungai mempunyai pH dibawah 5, lebih dari 75 % dari spesies ikan akan hilang. Ini disebabkan oleh efek rantai makanan, yang secara signifikan berdampak pada keberlangsungan suatu ekosistem.

Pencemaran Sungai yang Disebabkan oleh Ulah Manusia
a)    Limbah Industri, Limbah industri sangat potensial sebagai penyebab terjadinya pencemaran air sungai. Pada umumnya limbah industri mengandung limbah B3, yaitu materi berbahaya dan beracun. Menurut PP 18 tahun 99 pasal 1, “limbah B3 yaitu sisa suatu perjuangan atau kegiatan yang mengandung materi berbahaya dan beracun yang sanggup mencemarkan atau merusak lingkungan hidup sehingga membahayakan kesehatan serta kelangsungan hidup insan dan mahluk lainnya.”. Karakteristik limbah B3 yaitu korosif/ mengakibatkan karat, gampang terbakar dan meledak, bersifat toksik/ beracun dan mengakibatkan infeksi/ penyakit. Limbah industri yang berbahaya antara lain yang mengandung logam dan cairan asam. Misalnya limbah yang dihasilkan industri pelapisan logam, yang mengandung tembaga dan nikel serta cairan asam sianida, asam borat, asam kromat, asam nitrat dan asam fosfat. Limbah ini bersifat korosif, sanggup mematikan tumbuhan dan binatang air. Pada insan mengakibatkan iritasi pada kulit dan mata, mengganggu pernafasan dan mengakibatkan kanker.
b) Limbah Pemukiman, Limbah pemukiman mengandung limbah domestik berupa sampah organik dan sampah anorganik serta deterjen. Sampah organik yaitu sampah yang sanggup diuraikan atau dibusukkan oleh bakteri. Contohnya sisa-sisa sayuran, buah-buahan, dan daun-daunan. Sedangkan sampah anorganik ibarat kertas, plastik, gelas atau kaca, kain, kayu-kayuan, logam, karet, dan kulit. Sampah-sampah ini tidak sanggup diuraikan oleh basil (non biodegrable). Sampah organik yang dibuang ke sungai mengakibatkan berkurangnya jumlah oksigen terlarut, lantaran sebagian besar digunakan basil untuk proses pembusukannya. Apabila sampah anorganik yang dibuang ke sungai, cahaya matahari sanggup terhalang dan menghambat proses fotosintesis dari tumbuhan air dan alga, yang menghasilkan oksigen. Tentunya anda pernah melihat permukaan air sungai atau danau yang ditutupi buih deterjen. Deterjen merupakan limbah pemukiman yang paling potensial mencemari air. Pada dikala ini hampir setiap rumah tangga memakai deterjen, padahal limbah deterjen sangat sukar diuraikan oleh basil sehingga tetap aktif untuk jangka waktu yang lama. Penggunaan deterjen secara besarbesaran juga meningkatkan senyawa fosfat pada air sungai atau danau.
c) Limbah Pertanian, Pupuk dan pestisida biasa digunakan para petani untuk merawat tanamannya. Namun pemakaian pupuk dan pestisida yang berlebihan sanggup mencemari air. Limbah pupuk mengandung fosfat yang sanggup merangsang pertumbuhan gulma air ibarat ganggang dan eceng gondok. Pertumbuhan gulma air yang tidak terkendali ini menimbulkan dampak ibarat yang diakibatkan pencemaran oleh deterjen. Limbah pertanian sanggup mengandung polutan insektisida atau pupuk organik. Insektisida sanggup mematikan biota sungai. Jika biota sungai tidak mati kemudian dimakan binatang atau insan orang yang memakannya akan keracunan. Untuk mencegahnya, upayakan semoga menentukan insektisida yang berspektrum sempit (khusus membunuh binatang sasaran) serta bersifat biodegradabel (dapat terurai oleh mikroba) dan melaksanakan penyemprotan sesuai dengan aturan. Jangan membuang sisa obet ke sungai. Sedangkan pupuk organik yang larut dalam air sanggup menyuburkan lingkungan air (eutrofikasi). Karena air kaya nutrisi, ganggang dan tumbuhan air tumbuh subur (blooming).
d) Limbah Rumah Sakit, limbah rumah sakit yaitu semua limbah yang dihasilkan oleh kegiatan rumah sakit dan kegiatan penunjang lainnya. Limbah rumah sakit sanggup mengandung majemuk mikroorganisme bergantung pada jenis rumah sakit, tingkat pengolahan yang dilakukan sebelum dibuang. Limbah cair rumah sakit sanggup mengandung materi organik dan anorganik yang umumnya diukur dan parameter BOD, COD, TSS, dan lain-lain. Sedangkan limbah padat rumah sakit terdiri atas sampah gampang membusuk, sampah gampang terbakar, dan lain-lain. Limbah- limbah tersebut kemungkinan besar mengandung mikroorganisme patogen atau materi kimia beracun berbahaya yang mengakibatkan penyakit bisul dan sanggup tersebar ke lingkungan rumah sakit yang disebabkan oleh teknik pelayanan kesehatan yang kurang memadai, kesalahan penanganan bahan-bahan tercemar dan peralatan, serta penyediaan dan pemeliharaan sarana sanitasi yang masib buruk.
e) Limbah Pertambangan, Limbah pertambangan ibarat batubara biasanya tercemar asam sulfat dan senyawa besi, yang sanggup mengalir ke luar kawasan pertambangan. Air yang mengandung kedua senyawa ini sanggup bermetamorfosis asam. Bila air yang bersifat asam ini melewati kawasan batuan karang/ kapur akan melarutkan senyawa Ca dan Mg dari batuan tersebut. Selanjutnya senyawa Ca dan Mg yang larut terbawa air akan memberi imbas terjadinya air sadah, yang tidak sanggup digunakan untuk mencuci lantaran sabun tidak sanggup berbuih. Bila dipaksakan akan memboroskan sabun, lantaran sabun tidak akan berbuih sebelum semua ion Ca dan Mg mengendap. Limbah pertambangan yang bersifat asam sanggup mengakibatkan korosi dan melarutkan logam-logam sehingga air yang dicemari bersifat racun dan sanggup memusnahkan kehidupan akuatik. Selain pertambangan batubara, pertambangan lain yang menghasilkan limbah berbahaya yaitu pertambangan emas. Pertambangan emas menghasilkan limbah yang mengandung merkuri, yang banyak digunakan penambang emas tradisional atau penambang emas tanpa izin, untuk memproses bijih emas. Para penambang ini umumnya kurang mempedulikan dampak limbah yang mengandung merkuri lantaran kurangnya pengetahuan yang dimiliki.

DAMPAK BAHAN ORGANIK  
1. Terhadap Air Sungai
Pencemaran materi organik sanggup berdampak sangat luas, contohnya sanggup meracuni air minum. Pencemaran sungai menjadi penyebabkan ketidakseimbangan ekosistem sungai, pengrusakan hutan akhir hujan asam, dsb. Di tubuh air, ibarat sungai dan danau, nitrogen dan fosfat dari kegiatan pertanian telah mengakibatkan pertumbuhan tumbuhan air yang di luar kendali yang disebut eutrofikasi (eutrofication). Ledakan pertumbuhan tersebut mengakibatkan oksigen yang seharusnya digunakan bersama oleh seluruh hewan/tumbuhan air, menjadi berkurang. Ketika tumbuhan air tersebut mati, dekomposisinya menyedot lebih banyak oksigen. Akibatnya ikan akan mati dan kegiatan basil akan menurun.
2. Terhadap Kehidupan Biota Air
Banyaknya zat pencemar pada air limbah akan mengakibatkan menurunnya kadar oksigen terlarut dalam air tersebut. Sehingga akan menjadikan kehidupan dalam air yang membutuhkan oksigen terganggu serta mengurangi perkembangannya. Selain itu ajal sanggup pula disebabkan adanya zat beracun yang juga mengakibatkan kerusakan pada tumbuhan dan tumbuhan air. Akibat matinya bakteri-bakteri, maka proses penjernihan air secara alamiah yang seharusnya terjadi pada air limbah juga terhambat. Dengan air limbah menjadi sulit terurai. Panas dari industri juaga akan membawa dampak bagi ajal organisme, apabila air limbah tidak didinginkan dahulu.
3. Terhadap Kualitas Air
Pencemaran sungai sanggup mengakibatkan penurunan kualitas air. Sungai yang belum tercemar mempunyai air yang jernih, pH netral, tidak berbau dan sanggup diminum lansung. Di pedesaan pada umumnya masyarakat mempergunakan sungai tersebut untuk mandi, tetapi pada masa kini sudah jarang dijumpai fenomena tersebut. Hal ini disebabkan banyaknya sungai-sungai yang sudah tercemar sehingga sungai sulit dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Sungai yang tercemar biasanya dilihat dari warnanya sudah tidak jernih (keruh) dan pH-nya sudah tidak netral lagi, akhirnya air sungai sudah tidak layak dikonsumsi lantaran kualitas airnya yang menurun.
4. Terhadap Kesehatan
Pencemaran sungai sanggup menjadi media hidup suatu vektor penyakit. Ada
beberapa penyakit yang masuk dalam katagori water-borne diseases, atau penyakit-penyakit yang dibawa oleh air, yang masih banyak terdapat di daerahdaerah. Penyakit-penyakit ini sanggup menyebar bila mikroba penyebabnya sanggup masuk ke dalam sumber air yang digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sedangkan jenis mikroba yang sanggup menyebar lewat air antara lain, bakteri, protozoa dan metazoa.
5. Terhadap Estetika Lingkungan
Pencemaran sungai sanggup mengurangi estetika lingkungan lantaran dilihat dari fisiknya sungai yang berisi sampah-sampah dan warna yang keruh mengurangi keindahan sungai tersebut dikala sebelum sungai tersebut tercemar. Jika semakin banyaknya zat organik yang dibuang ke lingkungan perairan ibarat sungai, maka perairan tersebut akan semakin tercemar yang biasanya ditandai dengan busuk yang menyengat dan warna yang tidak jernih lagi. Selain bau, limbah tersebut juga mengakibatkan tempat sekitarnya menjadi licin. Sedangkan limbah detergen atau sabun akan mengakibatkan penumpukan busa yang sangat banyak dan mengakibatkan air tersebut bersifat sadah.

Penanggulangan Pencemaran Air Pengendalian/penanggulangan
    Pada prinsipnya ada 2 (dua) perjuangan untuk menanggulangi pencemaran, yaitu penanggulangan secara non-teknis dan secara teknis. Penanggulangan secara nonteknis yaitu suatu perjuangan untuk mengurangi pencemaran lingkungan dengan cara membuat peraturan perundangan yang sanggup merencanakan, mengatur dan mengawasi segala macam bentuk kegiatan industri dan teknologi sehingga tidak terjadi pencemaran. Sedangkan penanggulangan secara teknis bersumber pada perlakuan industri terhadap perlakuan buangannya, contohnya dengan mengubah proses, mengelola limbah atau menambah alat bantu yang sanggup mengurangi pencemaran. Sebenarnya penanggulangan pencemaran air sanggup dimulai dari diri kita sendiri. Dalam keseharian, kita sanggup mengurangi pencemaran air dengan cara mengurangi produksi sampah (minimize) yang kita hasilkan setiap hari. Selain itu, kita sanggup pula mendaur ulang (recycle) dan mendaur pakai (reuse) sampah tersebut. Kitapun perlu memperhatikan materi kimia yang kita buang dari rumah kita. Karena dikala ini kita telah menjadi masyarakat kimia, yang memakai ratusan jenis zat kimia dalam keseharian kita, ibarat mencuci, memasak, membersihkan rumah, memupuk tanaman, dan sebagainya. Kita harus bertanggung jawab terhadap banyak sekali sampah ibarat kuliner dalam kemasan kaleng, minuman dalam botol dan sebagainya, yang memuat unsur pewarna pada kemasannya dan kemudian terserap oleh air tanah pada tempat pembuangan akhir. Bahkan pilihan kita untuk bermobil atau berjalan kaki, turut menyumbangkan emisi asam atu hidrokarbon ke dalam atmosfir yang akhirnya berdampak pada siklus air alam. Melalui penanggulangan pencemaran ini diharapkan bahwa pencemaran akan berkurang dan kualitas hidup insan akan lebih ditingkatkan, sehingga akan didapat sumber air yang aman, higienis dan sehat.

Pencegahan Pencemaran Berikut ini yaitu beberapa cara yang dapa Dilakukan untuk mencegah pencemaran :
1. Tidak mebuang sampah ke sungai
2. Penggunaan pupuk dan pestisidasecukupnya.
3. Penggunaan detergen secukupnya.
4. Setiap industri atau pabrik punya Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).
5. Penghijauan kembali/ reboisasi
6. Daur ulang sampah anorganik.
7. Pengomposan sampah organik,

Related : Pencemaran Air Oleh Limbah Organik

0 Komentar untuk "Pencemaran Air Oleh Limbah Organik"